5 Puisi Terpilih (Sesi 2)

5 yang kedua, semoga melegakan semua…

  1. Api Cinta
  2. Kosong
  3. Manis
  4. Jingga
  5. Lelaki Senja

Alhamdulillah!

Kepada yang terpilih. Mohon memberikan alamat kirim serta size kemeja atau busana via email ke : lia_pnt@yahoo.co.id

Terima kasih kepada seluruh peserta karena telah mempersembahkan yang terbaik, serta seluruh partisipan yang turut menyemarakkan Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait sehingga acara tersebut terselenggara dengan begitu meriahnya.

Dan saya juga meminta maaf atas  keterbatasan dan kekurangan dalam penyelenggaraan acara dari awal hingga akhir.

Semoga kedepan gawe  aliazblog  bisa lebih baik dan laik.

25 Komentar

Filed under PUISI CINTA SATU BAIT

5 Puisi Terpilih (Sesi 1)

Karena harus memilih 5, tak berati yang lain bukan apa-apa, bukan  lantaran karya kalian tak sempurna. Kalian telah menunjukkan siapa diri kalian, mempersembahkan yang terbaik, yang laik, dan inilah sebuah keputusan…

  1. 7 Untai Awan Kosong
  2. Puisi Cinta Serdadu Tua
  3. Cinta Adalah Kebutuhan
  4. Kamu
  5. Hatimu Untukku

Beberapa kali membaca, beberapa kali mencoba meraba, memaknai puisi demi puisi. Dan, semua telah tertutup dengan -nyaris- sempurna. Alhamdulillah🙂

55 Komentar

Filed under Hajatan

Sepotong Hati

Pada siapa kutitipkan sepotong hati yang beku ini?

Padamu kah..

yang memecah,

membelah,

atau mencairkannya.

Semarang, one day on 2004

Note : Puisi yang tak asing bagi seseorang di penggalan waktu yang bisu.

35 Komentar

Filed under Writing

Uneg-Uneg Eneg

  • Protes kepada aliaz
  • Puisi belum masuk keranjang juga
  • Ada yang salah dalam penempatan, pemuatan, dan lain-lain
  • Pengen banget mengkritisi aliaz, seputar hajatan

Teman-teman yang merasakan apa yang telah aliaz tulis diatas, langsung saja utarakan pada komentar dibawah (pada postingan ini) ya.

Tenang, apapun ucapan kalian, tidak akan merubah persepsi, ataupun poin penilaian aliaz terhadap puisi kalian. Dijamin!!

Terima kasih sebelumnya🙂

34 Komentar

Filed under Blogging

Seputar Hajatan

Ada yang mengatakan kalau “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” adalah hajatannya aliaz. Yup, benar demikian. Hajatan…

Aliaz tak selihai kyaiNe atau Pakde yang jago menyajikan acara, sehingga acara tersebut begitu meriahnya. Namun pada hajatan aliaz yang diselenggarakan untuk pertama kalinya, aliaz benar-benar mendapatkan surprise karena sambutan dari teman-teman blogger begitu hangat, begitu menyentuh. Semua antusias dan memberi dukungan yang berarti.

Dari sana aliaz merenung, padahal bingkisan yang akan diberikan aliaz nanti mungkin tidak seberapa. Tidak sebanding dengan kontribusi teman-teman dalam acara ini.

Terima kasih teman-teman, kalian adalah ruh dari acara ini. Kalian lah yang membuat acara ini punya tubuh, punya jiwa. Semoga setiap kebaikan bersama dengan kalian. Amin.

Numpang woro-woro : tolong url puisi ditempatkan pada halaman PUISI CINTA SATU BAIT. Dan mohon ijin untuk menghapus komentar yang berisi url, setelah aliaz memostingnya nanti. Alasannya, supaya tampak rapi. Terima kasih🙂

22 Komentar

Filed under Writing

Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait

Aturan Main :

  • Puisi bebas
  • Terdiri dari satu bait, tidak boleh lebih
  • Baris dalam bait tidak dibatasi
  • Puisi dimuat dalam blog peserta masing-masing, cantumkan “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” pada bagian bawah yang di link kemari
  • Beritahukan url puisi yang diikut-sertakan pada Puisi Cinta Satu Bait

Deadline dan Pengumuman :

  • Pendaftaran dan penyertaan url puisi yang diikutkan paling lambat 10 Maret 2010
  • Puisi terpilih akan diumumkan pada 13 Maret 2010

Juri :

  • Yang menjadi juri adalah aliaz sendiri. Jadi keputusan mutlak ada pada aliaz, tidak bisa diganggu apalagi digugat.

Hadiah :

  • 5 Puisi terpilih akan mendapat bingkisan berupa busana batik khas kota Pekalongan.
  • Berharap ada sponsor lain yang menambahkan hadiah khas daerah.

Akhirnya..

Mari berekspresi dalam puisi!

224 Komentar

Filed under Writing

Dodolan Terus

Memabaca komentar mbah jiwo, aliaz langsung ingat kalau ada satu blog yang tidak terurus dan terus saja mengalami sakaratul maut, akibat dodolan terus.

Si mbah…entah sengaja menyindir entah tidak, tapi saya merasa bersalah tingkah sendiri. Utamanya dengan KyaiNe, yang sudah susah lagi payah (lebay deh gue) mempersembahkan satu buku yang -seharusnya- memotivasi diri saya untuk terus menulis dan meng-update informasi. Berbagi wacana dengan sesama, dan untuk semua.

Hehe, ya tapi itu tadi..

Akibat keseringan dodolan -dan Alhamdulillah laris manis- jadi mengabaikan potensi diri.

Lanjut…

Dodolan lagi ahhhh

Demi bersuap-suap nasi🙂

7 Komentar

Filed under Blogging, Writing