Menuju Pulang

Seseorang telah berniat pergi untuk waktu yang sebentar, pamitnya begitu untuk orang-orang sekitar. Orang-orang yang sedikit tak rela melepasnya. Dan seorang yang sangat tidak rela untuk melepasnya. Karena seorang itu sungguh takut akan arti kehilangan.

Pergi juga,
Karena niatan sudah mantap dan tertancap. Melangkah kaki menuju kota lain yang asing. Menuju dunia lain yang menawarkan tempat untuk singgah. Menawan dengan pesona malam dan pagi hingga sore dengan kebisingan. Dunia yang melenakan,hingga waktu terus mengalir, bergulir, lewat dari yang telah dijanjikan.

Sementara orang-orang yang sedikit tak rela, dan seorang yang sangat tidak rela mulai khawatir,
Tak jua sampai kabar serta beritanya. Tak jua melayang satu surat untuk dibaca. Tak jua ada telepon berdering dari sana…

Ternyata ia – yang pergi juga – telah lupa dimana asalnya,
Karena gelimang dan gemerlap yang melelapkan. Karena pesona yang bias. Karena dunia yang semu dan abu-abu.

Hingga suatu hari satu berita terkabarkan ke telinganya,
…Seseorang yang sangat tidak rela itu telah berpulang, menjemput ajal ditengah-tengah kehilangan. Sedih ditinggal kekasih, Ketakutan yang mendera berubah jadi derita…
Kemudian dia baru menuju pulang,mendapati orang-orang yang sedikit tak rela, dan sesosok tubuh beku yang dulu berat melepasnya.

6 Komentar

Filed under Writing

6 responses to “Menuju Pulang

  1. tukeran link yuk…blog u su beta pasang…:)

  2. puang cahaya dewa

    salam dari bandung, kang

    layak direnungkan artikel anda, agar tidak tersesat menapak hari

    PKS (pun) berbudi

    PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

    PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

    Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

    Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

    Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

    Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

    Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

    Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

    Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

    Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

    Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik

    https://esaifoto.wordpress.com

  3. puang cahaya dewa

    Aku dan sang presiden

    Kalau kelak aku beranjak dewasa, aku berci-cita menjadi presiden, tapi tidak ingin menjadi presiden yang peragu dan lamban mengambil keputusan, kalau di keritik oleh rakyat, memposisikan diri menjadi orang yang teraniaya.

    http://puangcahaya.dagdigdug.com/

  4. halo mba,
    salam kenal ya … makasih atas kunjungannya. Lama ga update kayaknya ya …ni masih bulan april last posting-nya, hehehe🙂

  5. hehe, Jadi malu bun…
    Iya nih lama absen dari peradaban sejak melahirkan.
    Ne start mo ngeblog lg coz si kecil udah bisa ditinggal OL, jd bisa ngurus blog ini lg. Thx y bun🙂

  6. @ira-one: sorry ya blog mu belum aku link di blog ku. bukan karena sengaja ato pilah-pilih, tp aku cuti ngeblog lama sekali sejak melahirkan sampe abiz masa ASI exclusive baby ku…ne aku start mo ngeblog lg. cayooo
    Sekali lg maaf ya Ira-one!! aku jd ga enak nich.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s