Minum Teh Bersama Ibu

Ibu,
Ada ribuan pujian ingin kupersembahkan
Setiap kali, dan setiap kali
Aku ingin ungkapkan,
aku selalu merasa gengsi.

Ibu,
Meski ku pintar merangkai tulisan.
Namun aku tidak pernah sukses
Mengungkapkan perasaanku.
Lidahku kelu.
Setiap kali, dan setiap kali
Aku ingin ungkapkan,
aku selalu merasa gengsi.

-Seperti orang yang sedang jatuh cinta saja-

Meski seringkali kucoba untuk mengungkapkan betapa sayangnya aku padamu -ibu- tetap saja, aku tak mampu melakukannya.
Meski seringkali aku berlatih di depan kaca -seperti orang yang sedang jatuh cinta saja- tetap saja aku tak mampu melakukannya.
Lalu kupakai sebuah cara Minum Teh Bersama Ibu. Yah, segelas teh buatanku yang kupersembahkan dengan uluran tangan paling tulus, hanya untuk ibu.
Semoga teh itu dapat menghangatkanmu, kemudian menghangatkan hubungan kita..

If you read this posting. I’d like to say “I LOVE YOU MOM”

25 Komentar

Filed under Writing

25 responses to “Minum Teh Bersama Ibu

  1. seringkali seorang anak terlalu sibuk dengan rutinitasnya sehingga tidak punya waktu luang untuk orang tua mereka….
    padahal merekalah yang membuat mereka dapat menjadi seperti sekarang ini

  2. minum teh bareng Ibu…
    sangat jarang terjadi…
    walau hanya teh..
    tapi sebetulnya jika momen itu terlaksana.. dan terhayati..
    ada makna dalam di sana..
    makna ketika suasana cinta kasih terhubung antara seorang anak pada ibunya

  3. @meilan & elmoudy : seharusnya memang sesibuk apapun kita, tetap harus meluangkan waktu untuk menjaga kebersamaan dengan ibu. Walau sekedar minum teh, tetapi momen tersebut penuh kehangatan.

  4. Aku jadi Inget sama SImbok di kampung nich🙂

    Simbooox Ai Lope Yu Pullll😀

  5. Selamat Hari ibu (meski masih 2 mingguan lagi dhing ya🙂 )

  6. @Aribicara : Salam buat simbok ya🙂

    @henny : masih sempat kok mencari ramuan teh paling nikmat untuk Minum Teh Bersama Ibu.

  7. Amiiin…

    Terkadang Kasih sayang memang lebih bermakna bila diwujudkan dengan Perbuatan.

  8. aliazblog

    @Miftahur: always, and always.

  9. Membaca tulisan ini terasa diingatkan untuk segera menemui ibunda tercinta, terlebih telah membaca komentar pertamnya. Terima kasih telah menuangkan tulisan yg bermakna.

  10. Koment nya kok ngilang ya😀

  11. Cinta kepada ibu, tuangkan dalam puisi dan ikutkan dalam Parade Puisi Cinta. Ini dia intronya :

    Rasa cinta pasti ada

    Pada makhluk yang bernyawa

    Sejak dulu hinggi kini

    Tetap suci dan abadi

    Tak kan hilang selamanya

    Sampai datang akhir masa

    (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)

    ——–

    Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta

    Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.

    Salam hangat dari Surabaya

  12. waduh, sepanjang blogwalking puisinya ke Ibu semua yah.
    kok nggak ada yang ke kakek🙂

    salam kenal🙂

  13. @
    kips: nah, itu komentarnya muncul..

    Pakde Cholik: sebagai keponakan yg baik, saya jelas ikut pakde.

    Triunt: Kalo memperingati Hari Nenek, baru puisinya tentang kakek🙂

  14. jadi ingat sebuah lagu:

    bagai bening mata air
    memancar tak henti
    itu pun masihlah teramat kurang

    kau berikan
    segalanya
    yang bisa kau beri
    tanpa sedikitpun harap balas

    agungnya engkau
    ibu……

  15. ibuku, wanita terhebatku…🙂
    *jadi pengen minum teh*:mrgreen:
    lam kenal ya..

  16. tary si lempah kuning

    ibu
    tempat berbagi paling sepadan.

  17. cintamu tak kan mungkin tergantikan
    walau seribu gunung ku persembahkan untukmu
    aku rela nyawa ini untuk menggantikan nyawamu bila seandainya engkau akan meninggalkanku
    cintamu takan habis di makan zaman

  18. selama masih ada waktu.. jangan pernah segan mengungkapkan cinta ke ibu kita….

  19. puisi yg indah.. ada kalimat yg membuat perasaan saya mengharu biru krn teringat ibu..

    artikel ini telah dicatat sbg peserta Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu.

    terima kasih.😉

  20. @
    Kyaine: akhirnya disensus juga🙂

  21. Ibu, peran dan kasih sayangnya tak pernah tergantikan.
    Ibu pahlawan kita.
    Salam hangat dari Surabaya


    Yang berarti setiap memperingati “Hari Pahlawan,” ibu juga menjadi salah satunya..
    Salam hangat dari Kota Batik🙂

  22. Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

    Berarti acara yang diselenggarakan Kyaine sukses dong? Selamat!🙂

  23. artikel ini terpilih untuk mendapatkan kado di MTBI🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s