Dodolan Terus

Memabaca komentar mbah jiwo, aliaz langsung ingat kalau ada satu blog yang tidak terurus dan terus saja mengalami sakaratul maut, akibat dodolan terus.

Si mbah…entah sengaja menyindir entah tidak, tapi saya merasa bersalah tingkah sendiri. Utamanya dengan KyaiNe, yang sudah susah lagi payah (lebay deh gue) mempersembahkan satu buku yang -seharusnya- memotivasi diri saya untuk terus menulis dan meng-update informasi. Berbagi wacana dengan sesama, dan untuk semua.

Hehe, ya tapi itu tadi..

Akibat keseringan dodolan -dan Alhamdulillah laris manis- jadi mengabaikan potensi diri.

Lanjut…

Dodolan lagi ahhhh

Demi bersuap-suap nasi🙂

7 Komentar

Filed under Blogging, Writing

7 responses to “Dodolan Terus

  1. selamat dodoalan mas😆

  2. mbah tidak berniat nyindir siapapun. mudah2an bisa memotivasi semua.

    masalah dodolan, ajari donk…dodolan apa??

    salam hangat.

  3. semoga dodolannya laris manis….

    Salam manis dari beta yg masih tetap bertahan di Ambon Manise…🙂

  4. Dodolan itu berdagang to…ya malah bagus, bisa mandiri.

  5. dodolan…dodolan laris manis….. heeee
    salam kenal dari saya di Kalimantan Tengah….

  6. duhhh…kesindir juga nihh gara-gara lama ga di update😳

    selamat malam & selamat beristirahat

    -salam hangat-

  7. maaf kalo dah pernha dapat ini, semoga bermanfaat🙂

    friendship award

    Maaf, saya kurang ngeh soal award-award yang marak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s