Category Archives: Writing

Sepotong Hati

Pada siapa kutitipkan sepotong hati yang beku ini?

Padamu kah..

yang memecah,

membelah,

atau mencairkannya.

Semarang, one day on 2004

Note : Puisi yang tak asing bagi seseorang di penggalan waktu yang bisu.

Iklan

35 Komentar

Filed under Writing

Seputar Hajatan

Ada yang mengatakan kalau “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” adalah hajatannya aliaz. Yup, benar demikian. Hajatan…

Aliaz tak selihai kyaiNe atau Pakde yang jago menyajikan acara, sehingga acara tersebut begitu meriahnya. Namun pada hajatan aliaz yang diselenggarakan untuk pertama kalinya, aliaz benar-benar mendapatkan surprise karena sambutan dari teman-teman blogger begitu hangat, begitu menyentuh. Semua antusias dan memberi dukungan yang berarti.

Dari sana aliaz merenung, padahal bingkisan yang akan diberikan aliaz nanti mungkin tidak seberapa. Tidak sebanding dengan kontribusi teman-teman dalam acara ini.

Terima kasih teman-teman, kalian adalah ruh dari acara ini. Kalian lah yang membuat acara ini punya tubuh, punya jiwa. Semoga setiap kebaikan bersama dengan kalian. Amin.

Numpang woro-woro : tolong url puisi ditempatkan pada halaman PUISI CINTA SATU BAIT. Dan mohon ijin untuk menghapus komentar yang berisi url, setelah aliaz memostingnya nanti. Alasannya, supaya tampak rapi. Terima kasih 🙂

22 Komentar

Filed under Writing

Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait

Aturan Main :

  • Puisi bebas
  • Terdiri dari satu bait, tidak boleh lebih
  • Baris dalam bait tidak dibatasi
  • Puisi dimuat dalam blog peserta masing-masing, cantumkan “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” pada bagian bawah yang di link kemari
  • Beritahukan url puisi yang diikut-sertakan pada Puisi Cinta Satu Bait

Deadline dan Pengumuman :

  • Pendaftaran dan penyertaan url puisi yang diikutkan paling lambat 10 Maret 2010
  • Puisi terpilih akan diumumkan pada 13 Maret 2010

Juri :

  • Yang menjadi juri adalah aliaz sendiri. Jadi keputusan mutlak ada pada aliaz, tidak bisa diganggu apalagi digugat.

Hadiah :

  • 5 Puisi terpilih akan mendapat bingkisan berupa busana batik khas kota Pekalongan.
  • Berharap ada sponsor lain yang menambahkan hadiah khas daerah.

Akhirnya..

Mari berekspresi dalam puisi!

224 Komentar

Filed under Writing

Dodolan Terus

Memabaca komentar mbah jiwo, aliaz langsung ingat kalau ada satu blog yang tidak terurus dan terus saja mengalami sakaratul maut, akibat dodolan terus.

Si mbah…entah sengaja menyindir entah tidak, tapi saya merasa bersalah tingkah sendiri. Utamanya dengan KyaiNe, yang sudah susah lagi payah (lebay deh gue) mempersembahkan satu buku yang -seharusnya- memotivasi diri saya untuk terus menulis dan meng-update informasi. Berbagi wacana dengan sesama, dan untuk semua.

Hehe, ya tapi itu tadi..

Akibat keseringan dodolan -dan Alhamdulillah laris manis- jadi mengabaikan potensi diri.

Lanjut…

Dodolan lagi ahhhh

Demi bersuap-suap nasi 🙂

7 Komentar

Filed under Blogging, Writing

Mencari Anak

Seribu tikungan sudah kulewati. Jalan mana lagi di kota ini yang belum kusentuh dengan kaki letihku? Aku masih tidak percaya hari itu akan datang. Hari dimana aku harus kehilangan buah hatiku yang setiap detik memaknai hidup kami -aku dan suami.

Suami masih menyalahkan diriku atas peristiwa itu. Hubungan kami makin memburuk, dan itu membuatku makin terpuruk. Aku berupaya tegar dan tetap dalam kesadaran -maksudku tidak membiarkan stress mengambil alih akal sehatku- sehingga aku tetap bisa berpikir jernih dan mampu mengambil langkah-langkah kedepan untuk menemukan buah hatiku. Menyerahkan semua ini pada tuan-tuan polisi rasanya tidak adil. Dan aku tidak sabar menanti berita baik, yang tidak pasti.

to be continue…

30 Komentar

Filed under Writing

Siapa Bilang Siapa

Negeriku sedang bermuram durja

Petaka datang dari mulut pendusta

Berikut percakapannya:

Siapa?

Yang bilang siapa?

Si… bilang disuruh siapa?

Yang tak berani ngaku siapa?

Lalu yang benar siapa?

Hujat menghujat demi memutar balikkan fakta

Yang benar terkubur bersama kebenarannya,

yang salah mencari akal untuk menutupi kesalahannya

Siapa berani bilang siapa

Hanya menunggu waktu yang bicara

atau Tuhan saja yang tahu jawabnya

Aliazblog on Januari 2010

8 Komentar

Filed under Writing

“Hey…” Ini Kan “Hari Ibu”

Kasih mama kepada Didan tak terhingga sepanjang masa.

Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia

Begitulah tembang yang selalu kudendangkan untuk buah hatiku: Muhamad Zaidan Az Zumar. Sedikit mengubah lirik pada lagu tersebut..

Perlahan serasa mengharu biru, air mata menetes tatkala tersadar betapa tulus kasih dan sayang seorang ibu kepada anaknya -seperti yang kurasakan sekarang. Ibu dengan kasih sayangnya yang tak bertepi, seiring doa yang terus mengalir tiada henti, tapi aku -sebagai seorang anak- masih belum bisa mempersembahkan yang terbaik untuknya.

Hanya do’a ini yang selalu kupanjatkan kepada  Sang Pemilik Waktu:

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil.”

Note:  “Hey…” Ini kan “Hari Ibu”

Say something to your Mom!

9 Komentar

Filed under Diary, Writing